“Widih keren, bangga sama Indonesia” udah lama ga naik kereta, sekarang keren bgt
ada mesin canggih distasiun Jakarta kota yang bisa beli tiket kereta kemana
ajjah tujuanya dijabodetabek bisa tau kita bayar pake uang nominal berapa dan uang
kembalian akan keluar dengan sendirinya. Kekaguman gue makin bertambah pas ke
toilet dan tempat sholat distasiun Jakarta kota yang semakin bersih dan terawat,
khusus ditoilet perempuan yah. Sambil nunggu kereta tujuan bogor, gue sama ria
duduk diperon stasiun dan samping kita ada anak kecil asli gemuk bgt dan lucu,
jadi ada hiburan sambil nunggu kereta. Alhamdullilah gue sama ria dapet tempat
duduk didalam kereta, tapi ga lama kemudian datang anak kecil lucu dan manis,
kita kasih satu tempat duduk buat Naura itu nama anak kecil yang tadinya takut
bgt dipegang sama orang lain dan ga mau duduk qlo mamanya ga duduk. Disepanjang
perjalanan ria coba menanyakan anak manis tersebut mulai dari rumahnya dimana, umur
berapa sampai kita tau dari mamanya dia suka bernyanyi, akhirnya kita
semangatin dan merayu Naura untuk bernyanyi lagu kesukaanya, senyum dan
cengar-cengir Naura malu untuk bernyanyi.
Sampai distasiun bojonggede kami langsung kordinasi dengan
beberapa teman yang janjian bertemu distasiun, sudah ada sifu yang asik baca
buku dilorong pintu keluar stasiun, kegiatan menunggu yang bermanfat keren
sifu. Kami melanjutkan perjalanan menuju River Camp Bojonggede dengan naik
angkot 07 dari depan stasiun sudah ada sherly, sifu, ria dan ricard dari
Ciliwung Reptil Center (CRC) yang mau tau banyak tentang hewan reptile dan
melatah segera kontak Richard, berkegiatan bareng yang biasa kita sebut ngepet
atau herpetofauna pengamatan hewan dimalah hari. Samap didepan gang Jl. H.
Wahid No.42, Rt.004/05, Kp.Gelonggong Timur, Bojonggede.
“Asallamualaikum” seperti berkunjung kerumah keluarga ajjah,
sampailah dirumah Ibu Nunung, ibu yang super wanita satu-satunya diriver camp
ciliwung bojonggede. Berjabat tangan menjadi satu kekuatan kami dalam menjalin
tali silatuhrahmi dengan tim Bang Eka pendiri Yayasan Lintas Sungai Abadi,
sudah ada komeng, dauz, bang bidin, rangga, reza dan bang irfan, mereka
menyambut kami dengan hangat. Langsung sajah obrolan apapun kami mulai dengan
penuh semangat dan keseruan karena selalu diselipkan dengan guyon atau lelucon
yang khas, yaitu ngecengin, heheheheheheheh
Sore itu cuaca lumayan bersahabat sampai sifu dan rizma
memutuskan untuk mencoba riverboarding dengan didampingin sama Bang Eka
langsung coachnya olahraga air satu ini, mantabbb . Bang Eka
selalu bilang sama siapapun yang baru nyobain riverboarding yaitu, hilangin
rasa takut dan tetap tenang karena kita dijamin keselamatanya. “ka seru bgt, asikk kaa nagih” itu kata yang
keluar dari sifu setelah 1 jam mencoba riverboarding dihulu sungai ciliwung,
sifu yang baru pertama kali sangat antusias untuk besok pagi mencoba lagi,
sampai dia buat jadwal sendiri qlo besok mulainya jam 6 pagi karena
menyesuaikan dengan jadwal dia mengajar di kampung lengkong bogor dengan kelompok Lindalang.
Sementara sifu dan rizma bersih-bersih setelah nyebur
kesungai, gue dan ria belanja dipasar untuk keperluan makan malan kita akan
bakar-bakaran seafood yang kami bawa dari pesisir cilincing, heheheh setiap
pasar yang gue kunjungin di Indonesia banyak hal unik dimasing-masing pasarnya
mulai dari jenis daganganya sampai pedagangnya, nah ini pasar disamping stasiun
bojonggede yang jualan sayuran abangnya kece, mereka masih muda-muda dan
pasarnya Cuma sepetak hanya ada 10-15 pedagang sayuran dan kebutuhan bahan
pokok, terjadilah tawar menawar antara ria dan abang sayuran, ria bilang
dipasar ini harganya mahal, apa karena kita terlihat seperti pendatang bukan
warga bojonggede jadilah harganya dinaikan, ujar Ibu Nunung setelah kita
ceritakan kejadian dipasar. Kami menyiapkan semua bahan yang akan digunakan
untuk BBQ.
Kami putuskan untuk ngeliwet, dan akan disajikan diatas daun pisang dengan makan bersma, gue membantu untuk membakar udang dan cumi yang kita jadikan sate seafood, ajibbb ada tukang kipas bang komeng dan gue tukang usap minyak dan blueband diatas cumi dan udang, ga ketinggalan yang lain menyiapkan sayuran. Sutan salah satu temen BSD Adventure yang ikutan bergabung mengiringi malam minggu dengan main gitar dan nyanyi bareng temen-temen Teens Go Green Indonesia, malam berlalu dengan kita makan bersama ala pedesahan yang ajibbb ditambah rintikan hujan yang buat suasana makin sejuk.
Kami putuskan untuk ngeliwet, dan akan disajikan diatas daun pisang dengan makan bersma, gue membantu untuk membakar udang dan cumi yang kita jadikan sate seafood, ajibbb ada tukang kipas bang komeng dan gue tukang usap minyak dan blueband diatas cumi dan udang, ga ketinggalan yang lain menyiapkan sayuran. Sutan salah satu temen BSD Adventure yang ikutan bergabung mengiringi malam minggu dengan main gitar dan nyanyi bareng temen-temen Teens Go Green Indonesia, malam berlalu dengan kita makan bersama ala pedesahan yang ajibbb ditambah rintikan hujan yang buat suasana makin sejuk.
Bagi gue pribadi setiap kita makan bareng dialas daun dan makan
sambil berkumpul seperti itu adalah hal yang paling akan gue kangenin setiap
gue dijakarta. Setelah ngeliwet selesai seperti biasa disambung dengan sesi
sharing dan diskusi bareng temen-temen
BSD Adventure, Teens Go Green Indonesia dan YALISA, seperti biasa diselipkan bercandaan dan
ngecengin Mas Aprie yang malam itu jadi korban, dia laki-laki pendatang dari
salatiga dengan logat yang masih kental dan kecepatan berbicara yang cepet bgt
sampe terkadang artikulasinya tidak jelas tapi dia cerdas dan jago gombal yang
kadang-kadang gombalanya jayus, hehehehehehe pokoknya malam itu ditutup dengan
sakit perut akibat tertawa berlebihan dan gue putusin untuk tidur lebih awal, Karena
sesungguhnya ga bisa begadang.
Jam 05.30 gue denger suara khas bgt yang membangunkan gue
langsung ajjah keluar kamar dan gue liat sumber suara dan ternyata orang-orang
eror dari KOMPASER yang ikut bergabung buat rafting dan river bording, ada Bang
Eko, Bang Idung (dwi) dan Bang Kiki langsung ajjah gue introgasi kapan mereka
sampe dan luar biasa mereka sampe jam 03.00 pagi dengan niat awal mau jogging
dipuncak bogor. Wahh akan seru bgt nambah personil. Hujan mengguyur bogor dan
sekitarnya, akbar sebagai leader untuk kegiatan ini mengecek ketinggian air dan
arus bersama Bang Komeng pendayung handal dari river camp, akhirnya akbar
menginfokan kepada kami semua bahwa rafting akan ditunda karena cuaca dan
kondisi arus yang cukup deras, itu hasil pengamatan bang komeng disungai ciliwung
bojonggede. Keputusan tersebut baik karena menyangkut beberapa hal, yaitu ada
beberapa teman yang begadang karena keasikan bersilatuhrahmi dan ada juga yang
baru tiba dini hari tadi, itu saran Bang Komeng untuk tim rafting pagi itu agar
kita semua beristirahat sampai dzuhur.
Time to rafting, yeahhh sekali lagi Bang komeng dan akbar
mengecek ketinggian air dan arus, sampailah ketinggian dan arusnya masuk
kategori aman. Semua tim river camp menyiapkan alat seperti pelampung, dayung,
helm, tali penyelamat dan perahu karet. Semua alat tersebut dinaikan keatas
mobil pick up, sementara yang lainya ganti baju, mau tau posisi kami didalam
pick up dengan berbagai alat rafting, langsung liat fotonya ajjah yahh, lucu
dan berkesan, mulai dari bang eko dengan posisi terlentang, gue desek-desekan
sama bang idung, risma,dan sherly, udah gitu diperjalanan dikasih hadiah
kentutnya bang idung dengan sirkulasi udara yang kurang dibawah perahu karet,akhirnya
suasana pecah dengan ketawa sambil kesel karena ulah bang idung.
Sampai dicilebut bogor hulu sungai ciliwung kami semua
bersiap untuk mengarungi sungai ciliwung, sebelumnya pakai kelengkapan keamanan
seperti lifejacket untuk teman-teman yang tidak bisa berenang dan helm untuk menghindari
pohon bamboo yang rimbun dipinggir sungai ciliwung dan kejatuhan benda atau
hewan dan mencegah kepala kita dari benturan batu apabila terjatuh dari perahu.
Setelah semua tim sudah menggunakan kelengkapan keamanan seperti biasanya kami
foto bersama dan disambung dengan doa agar kegiatan kita disertai dengan
keselamatan dan kelancaran, doa dipimpin langsung oleh Bang Eka, setelah berdoa
kami saling menyemangati dengan jargon TGGI seperti biasanya yaitu Teens Go
Green Act Now!! Tapi kali berbeda karena diganti menjadi “Tees Go Green ett dah”,
itu celetukan yang dibuat Bang Eka sungguh menghibur dan menambah semangat kami
siap untuk mengarungi sungai ciliwung, wuhuuuuuuu.
Jumlah orang dibagi dalam 2 perahu satu perahu maksimal 6 orang
dengan 2 skipper dibelakang, oke
perahu gue isinya ria, sifu, bang eko, bang dwi, mas aprie, bang dauz dan bang
bidin sebagai skipper (kapten perahu
rafting) mereka berdua yang akan menginstruksikan kita kapan harus dayung maju,
mundur dan kapan berhenti mendayung, kami juga dibekali dengan beberapa
instruksi seperti boom, yaitu harus menunduk karena didepan ada pohon rindang
yang akan mengenai kepala kita. Komposisi diperahu kedua ada ka tiwi,
risma,sherly, akbar, Bang kiki, Bang Komeng dan Bang irfan sebagai skipper.
Pengarungan dimulai dengan suara gemuruh gue
huuuuuuhuhuuuuuuu yeaahhhhhh, beberapa jeram berhasil kami lewati, yang pasti
seru bgt ini soal rasa yang ga bisa gue ungkapin loe yang baca ceri ini harus
ngerasain baru loe tau rasanya wuhuuuuuuu. Gue duduk dipinggiran perahu karena
berharap bgt untuk basah kuyup, heheheh. Perahu tiba-tiba menepi karena kita
akan melewati jeram yang paling serem disungai ciliwung yaitu jeram stress,
waduhhhh tuh jeram bikin parno. Oke bang eka menginstruksikan untuk kita
melewatinya dengan kekuatan dayung agar perahu tidak terbalik, kita putuskan
istirahat sejenak sekaligus mengecek arus dan keadaan di jeram stress, kenapa
dinamakan jeram stress karena dititik itu arusnya deras dan ada lubang lumayan
dalam sehingga apabila air sungai surut kita direkomendasikan untuk tidak
melewati jeram tersebut karena perahu akan terjebak dalam lubang tersebut. Oke perahu
gue yang berangkat lebih dulu untuk melewati jeram stress dengan istruksi yang
luar biasa dari pemandu kita Bang Dauz dan Bang Bidin kita dengan mulus
berhasil melewati jeram stress yang sensasinya kerennn bgttt.
Dan ternyata didepan kita ada jeram yang ga kalah serunya,
tapi ketika kami melihat dibelakang ternyata perahu kedua terbalik dengan
posisi teman-teman disamping perahu sambil berpegangan tali perahu, dengan sigap Bang dauz melakukan
beberapa langkah pertolongan pertama yaitu melemparkan tali penyelamatan dan
dia langsung turun untuk menghentikan perahu kami agar dapat melakukan
penyelamatan untuk perahu kedua agar teman-teman dapat dievakuasi kepinggir
karena terlihat diwajah ka tiwi kepanikan. Dengan penyelamatan yang benar dan kerjasama
yang solid tim river camp akhirnya perahu dapat ditarik ketepi sungai dan
dibalikan kembali keposisi semula. Melihat tindakan penyelamatan dari
teman-teman membuat kami semakin merasa ini kekuatan kebersamaan.
Setelah perahu berhasi dibalikan keposisi semula dan
teman-teman yang tadi mengalami perahu kebalik dengan ceria menceritakan
sedikit kejadianya, mereka hebat, mereka kerenn, mereka kuat dan ini
kebersamaan gilaa gue dengerin dengan penuh perhatian, bang eka mulai
menenangkan kita dengan terus menyemangati karena kita sudah berhasil semua tim
selamat melewati jeram stress.
Perjalanan kami lanjutkan dengan penuh cerita dan kejadian
lucu, mulai dari mergokin remaja pacaran dipinggir sungai dan alhasil dicengin,
sampai ngecengin perahu kedua dan terus saling memberi semangat dengan siram-siraman
air. Disepanjang perjalanan gue selalu tengok kiri dan kanan gue liat banyak
burung, ada biawak diatas pohon sampe Bang dauz kasih info ke kita ada satu
pulau kecil yang dibuat untuk hewan-hewan seperti ular yang disita dari warga
dan dilepaskan dipulau itu untuk kelestarianya.
Sampai dititik finish rafting dikampung glonggong,
alhamdullilah perjalanan yang luar biasa semua selamat dan bahagia, kami
lanjutkan dengan main air dan river bording langsung didampingin bang eka dan
tim yang kece bgt, semua teman-teman mencoba arus dengan river bording dan kano
perahu kecil. Tak lupa kami tetep ceria dengan foto-foto keseruan bermain air
dan river bording.
Sampai ketemu dipetualangan berikutnya, kaliam luar biasa
guys!!!!!
Kamus river bording dan rafting tgl. 27-28 Februari 2016
“ Dialam hanya ada 2 rasa enak dan enak sekali”
“ gue mau nyanyi tapi harus pake pelampung, karena lagunya
dalem”
“ ini apa (sambil nunjukin cumi) ?? jawab cumi, Cuma kamu
eaaaaaa”
“ kaki sakit, lupa rasanya qlo udah diperahu”
#tggactnow #teensgogreenindonesia #rivercamp
#yayasanlintassungaiabadi #kompaser #rafting #my tripmyadventure #tggetdahh
#riverboarding #explorsungai #sungaiciliwung #anakmudabisa #salamsemangat #tggiluarbiasa #kebersamaan #kekeluargaan
#ketagihan #ketawabareng #345pointadventure #hulusungaiciliwung #jeramstress
#perahukebalik