Senin, 29 Februari 2016

Ini Soal Rasa, Ini rasanya Kebersamaan Teens Go Green etttt dahhhhh !!!!!

“Widih keren, bangga sama Indonesia”  udah lama ga naik kereta, sekarang keren bgt ada mesin canggih distasiun Jakarta kota yang bisa beli tiket kereta kemana ajjah tujuanya dijabodetabek bisa tau kita bayar pake uang nominal berapa dan uang kembalian akan keluar dengan sendirinya. Kekaguman gue makin bertambah pas ke toilet dan tempat sholat distasiun Jakarta kota yang semakin bersih dan terawat, khusus ditoilet perempuan yah. Sambil nunggu kereta tujuan bogor, gue sama ria duduk diperon stasiun dan samping kita ada anak kecil asli gemuk bgt dan lucu, jadi ada hiburan sambil nunggu kereta. Alhamdullilah gue sama ria dapet tempat duduk didalam kereta, tapi ga lama kemudian datang anak kecil lucu dan manis, kita kasih satu tempat duduk buat Naura itu nama anak kecil yang tadinya takut bgt dipegang sama orang lain dan ga mau duduk qlo mamanya ga duduk. Disepanjang perjalanan ria coba menanyakan anak manis tersebut mulai dari rumahnya dimana, umur berapa sampai kita tau dari mamanya dia suka bernyanyi, akhirnya kita semangatin dan merayu Naura untuk bernyanyi lagu kesukaanya, senyum dan cengar-cengir Naura malu untuk bernyanyi.


Sampai distasiun bojonggede kami langsung kordinasi dengan beberapa teman yang janjian bertemu distasiun, sudah ada sifu yang asik baca buku dilorong pintu keluar stasiun, kegiatan menunggu yang bermanfat keren sifu. Kami melanjutkan perjalanan menuju River Camp Bojonggede dengan naik angkot 07 dari depan stasiun sudah ada sherly, sifu, ria dan ricard dari Ciliwung Reptil Center (CRC) yang mau tau banyak tentang hewan reptile dan melatah segera kontak Richard, berkegiatan bareng yang biasa kita sebut ngepet atau herpetofauna pengamatan hewan dimalah hari. Samap didepan gang Jl. H. Wahid No.42, Rt.004/05, Kp.Gelonggong Timur, Bojonggede.


“Asallamualaikum” seperti berkunjung kerumah keluarga ajjah, sampailah dirumah Ibu Nunung, ibu yang super wanita satu-satunya diriver camp ciliwung bojonggede. Berjabat tangan menjadi satu kekuatan kami dalam menjalin tali silatuhrahmi dengan tim Bang Eka pendiri Yayasan Lintas Sungai Abadi, sudah ada komeng, dauz, bang bidin, rangga, reza dan bang irfan, mereka menyambut kami dengan hangat. Langsung sajah obrolan apapun kami mulai dengan penuh semangat dan keseruan karena selalu diselipkan dengan guyon atau lelucon yang khas, yaitu ngecengin, heheheheheheheh

Sore itu cuaca lumayan bersahabat sampai sifu dan rizma memutuskan untuk mencoba riverboarding dengan didampingin sama Bang Eka langsung  coachnya  olahraga air satu ini, mantabbb . Bang Eka selalu bilang sama siapapun yang baru nyobain riverboarding yaitu, hilangin rasa takut dan tetap tenang karena kita dijamin keselamatanya.  “ka seru bgt, asikk kaa nagih” itu kata yang keluar dari sifu setelah 1 jam mencoba riverboarding dihulu sungai ciliwung, sifu yang baru pertama kali sangat antusias untuk besok pagi mencoba lagi, sampai dia buat jadwal sendiri qlo besok mulainya jam 6 pagi karena menyesuaikan dengan jadwal dia mengajar di kampung lengkong bogor dengan  kelompok Lindalang.

Sementara sifu dan rizma bersih-bersih setelah nyebur kesungai, gue dan ria belanja dipasar untuk keperluan makan malan kita akan bakar-bakaran seafood yang kami bawa dari pesisir cilincing, heheheh setiap pasar yang gue kunjungin di Indonesia banyak hal unik dimasing-masing pasarnya mulai dari jenis daganganya sampai pedagangnya, nah ini pasar disamping stasiun bojonggede yang jualan sayuran abangnya kece, mereka masih muda-muda dan pasarnya Cuma sepetak hanya ada 10-15 pedagang sayuran dan kebutuhan bahan pokok, terjadilah tawar menawar antara ria dan abang sayuran, ria bilang dipasar ini harganya mahal, apa karena kita terlihat seperti pendatang bukan warga bojonggede jadilah harganya dinaikan, ujar Ibu Nunung setelah kita ceritakan kejadian dipasar. Kami menyiapkan semua bahan yang akan digunakan untuk BBQ.




 Kami putuskan untuk ngeliwet, dan akan disajikan diatas daun pisang dengan makan bersma, gue membantu untuk membakar udang dan cumi yang kita jadikan sate seafood, ajibbb ada tukang kipas bang komeng dan  gue tukang usap minyak dan blueband diatas cumi dan udang, ga ketinggalan yang lain menyiapkan sayuran. Sutan salah satu temen BSD Adventure yang ikutan bergabung mengiringi malam minggu dengan main gitar dan nyanyi bareng temen-temen Teens Go Green Indonesia, malam berlalu dengan kita makan bersama ala pedesahan yang ajibbb ditambah  rintikan hujan yang buat suasana makin sejuk.
Bagi gue pribadi setiap kita makan bareng dialas daun dan makan sambil berkumpul seperti itu adalah hal yang paling akan gue kangenin setiap gue dijakarta. Setelah ngeliwet selesai seperti biasa disambung dengan sesi sharing dan diskusi  bareng temen-temen BSD Adventure, Teens Go Green Indonesia dan YALISA,  seperti biasa diselipkan bercandaan dan ngecengin Mas Aprie yang malam itu jadi korban, dia laki-laki pendatang dari salatiga dengan logat yang masih kental dan kecepatan berbicara yang cepet bgt sampe terkadang artikulasinya tidak jelas tapi dia cerdas dan jago gombal yang kadang-kadang gombalanya jayus, hehehehehehe pokoknya malam itu ditutup dengan sakit perut akibat tertawa berlebihan dan gue putusin untuk tidur lebih awal, Karena sesungguhnya ga bisa begadang.

Jam 05.30 gue denger suara khas bgt yang membangunkan gue langsung ajjah keluar kamar dan gue liat sumber suara dan ternyata orang-orang eror dari KOMPASER yang ikut bergabung buat rafting dan river bording, ada Bang Eko, Bang Idung (dwi) dan Bang Kiki langsung ajjah gue introgasi kapan mereka sampe dan luar biasa mereka sampe jam 03.00 pagi dengan niat awal mau jogging dipuncak bogor. Wahh akan seru bgt nambah personil. Hujan mengguyur bogor dan sekitarnya, akbar sebagai leader untuk kegiatan ini mengecek ketinggian air dan arus bersama Bang Komeng pendayung handal dari river camp, akhirnya akbar menginfokan kepada kami semua bahwa rafting akan ditunda karena cuaca dan kondisi arus yang cukup deras, itu hasil pengamatan bang komeng disungai ciliwung bojonggede. Keputusan tersebut baik karena menyangkut beberapa hal, yaitu ada beberapa teman yang begadang karena keasikan bersilatuhrahmi dan ada juga yang baru tiba dini hari tadi, itu saran Bang Komeng untuk tim rafting pagi itu agar kita semua beristirahat sampai dzuhur.

Time to rafting, yeahhh sekali lagi Bang komeng dan akbar mengecek ketinggian air dan arus, sampailah ketinggian dan arusnya masuk kategori aman. Semua tim river camp menyiapkan alat seperti pelampung, dayung, helm, tali penyelamat dan perahu karet. Semua alat tersebut dinaikan keatas mobil pick up, sementara yang lainya ganti baju, mau tau posisi kami didalam pick up dengan berbagai alat rafting, langsung liat fotonya ajjah yahh, lucu dan berkesan, mulai dari bang eko dengan posisi terlentang, gue desek-desekan sama bang idung, risma,dan sherly, udah gitu diperjalanan dikasih hadiah kentutnya bang idung dengan sirkulasi udara yang kurang dibawah perahu karet,akhirnya suasana pecah dengan ketawa sambil kesel karena ulah bang idung.







Sampai dicilebut bogor hulu sungai ciliwung kami semua bersiap untuk mengarungi sungai ciliwung, sebelumnya pakai kelengkapan keamanan seperti lifejacket untuk teman-teman yang tidak bisa berenang dan helm untuk menghindari pohon bamboo yang rimbun dipinggir sungai ciliwung dan kejatuhan benda atau hewan dan mencegah kepala kita dari benturan batu apabila terjatuh dari perahu. Setelah semua tim sudah menggunakan kelengkapan keamanan seperti biasanya kami foto bersama dan disambung dengan doa agar kegiatan kita disertai dengan keselamatan dan kelancaran, doa dipimpin langsung oleh Bang Eka, setelah berdoa kami saling menyemangati dengan jargon TGGI seperti biasanya yaitu Teens Go Green Act Now!! Tapi kali berbeda karena diganti menjadi “Tees Go Green ett dah”, itu celetukan yang dibuat Bang Eka sungguh menghibur dan menambah semangat kami siap untuk mengarungi sungai ciliwung, wuhuuuuuuu.
Jumlah orang dibagi dalam 2 perahu satu perahu maksimal 6 orang dengan 2 skipper dibelakang, oke perahu gue isinya ria, sifu, bang eko, bang dwi, mas aprie, bang dauz dan bang bidin sebagai skipper (kapten perahu rafting) mereka berdua yang akan menginstruksikan kita kapan harus dayung maju, mundur dan kapan berhenti mendayung, kami juga dibekali dengan beberapa instruksi seperti boom, yaitu harus menunduk karena didepan ada pohon rindang yang akan mengenai kepala kita. Komposisi diperahu kedua ada ka tiwi, risma,sherly, akbar, Bang kiki, Bang Komeng dan Bang irfan sebagai skipper.

Pengarungan dimulai dengan suara gemuruh gue huuuuuuhuhuuuuuuu yeaahhhhhh, beberapa jeram berhasil kami lewati, yang pasti seru bgt ini soal rasa yang ga bisa gue ungkapin loe yang baca ceri ini harus ngerasain baru loe tau rasanya wuhuuuuuuu. Gue duduk dipinggiran perahu karena berharap bgt untuk basah kuyup, heheheh. Perahu tiba-tiba menepi karena kita akan melewati jeram yang paling serem disungai ciliwung yaitu jeram stress, waduhhhh tuh jeram bikin parno. Oke bang eka menginstruksikan untuk kita melewatinya dengan kekuatan dayung agar perahu tidak terbalik, kita putuskan istirahat sejenak sekaligus mengecek arus dan keadaan di jeram stress, kenapa dinamakan jeram stress karena dititik itu arusnya deras dan ada lubang lumayan dalam sehingga apabila air sungai surut kita direkomendasikan untuk tidak melewati jeram tersebut karena perahu akan terjebak dalam lubang tersebut. Oke perahu gue yang berangkat lebih dulu untuk melewati jeram stress dengan istruksi yang luar biasa dari pemandu kita Bang Dauz dan Bang Bidin kita dengan mulus berhasil melewati jeram stress yang sensasinya kerennn bgttt.

Dan ternyata didepan kita ada jeram yang ga kalah serunya, tapi ketika kami melihat dibelakang ternyata perahu kedua terbalik dengan posisi teman-teman disamping perahu sambil berpegangan tali  perahu, dengan sigap Bang dauz melakukan beberapa langkah pertolongan pertama yaitu melemparkan tali penyelamatan dan dia langsung turun untuk menghentikan perahu kami agar dapat melakukan penyelamatan untuk perahu kedua agar teman-teman dapat dievakuasi kepinggir karena terlihat diwajah ka tiwi kepanikan. Dengan penyelamatan yang benar dan kerjasama yang solid tim river camp akhirnya perahu dapat ditarik ketepi sungai dan dibalikan kembali keposisi semula. Melihat tindakan penyelamatan dari teman-teman membuat kami semakin merasa ini kekuatan kebersamaan.

Setelah perahu berhasi dibalikan keposisi semula dan teman-teman yang tadi mengalami perahu kebalik dengan ceria menceritakan sedikit kejadianya, mereka hebat, mereka kerenn, mereka kuat dan ini kebersamaan gilaa gue dengerin dengan penuh perhatian, bang eka mulai menenangkan kita dengan terus menyemangati karena kita sudah berhasil semua tim selamat melewati jeram stress.
Perjalanan kami lanjutkan dengan penuh cerita dan kejadian lucu, mulai dari mergokin remaja pacaran dipinggir sungai dan alhasil dicengin, sampai ngecengin perahu kedua dan terus saling memberi semangat dengan siram-siraman air. Disepanjang perjalanan gue selalu tengok kiri dan kanan gue liat banyak burung, ada biawak diatas pohon sampe Bang dauz kasih info ke kita ada satu pulau kecil yang dibuat untuk hewan-hewan seperti ular yang disita dari warga dan dilepaskan dipulau itu untuk kelestarianya.

Sampai dititik finish rafting dikampung glonggong, alhamdullilah perjalanan yang luar biasa semua selamat dan bahagia, kami lanjutkan dengan main air dan river bording langsung didampingin bang eka dan tim yang kece bgt, semua teman-teman mencoba arus dengan river bording dan kano perahu kecil. Tak lupa kami tetep ceria dengan foto-foto keseruan bermain air dan river bording.

Sampai ketemu dipetualangan berikutnya, kaliam luar biasa guys!!!!!



Kamus river bording dan rafting tgl. 27-28 Februari 2016
“ Dialam hanya ada 2 rasa enak dan enak sekali”
“ gue mau nyanyi tapi harus pake pelampung, karena lagunya dalem”
“ ini apa (sambil nunjukin cumi) ?? jawab cumi, Cuma kamu eaaaaaa”
“ kaki sakit, lupa rasanya qlo udah diperahu”


#tggactnow  #teensgogreenindonesia  #rivercamp  #yayasanlintassungaiabadi  #kompaser  #rafting #my tripmyadventure #tggetdahh #riverboarding #explorsungai #sungaiciliwung #anakmudabisa #salamsemangat  #tggiluarbiasa #kebersamaan #kekeluargaan #ketagihan #ketawabareng #345pointadventure #hulusungaiciliwung #jeramstress #perahukebalik


Rabu, 20 Januari 2016

Salam Eror
Gunung Polosari 1346mdpl, 9-10 Januari 2016


Dengan suasana hati yang semangat, gue putuskan ikut mendaki gunung, gue nyusul karena harus menunaikan kewajiban sebagai mahasiswa, sabtu sore jam 17.00 gue jalan dari kampus, dengan mba gojek zaman sekarang udah enak bgt ada gojek yang gampang dan murah. Sampai stasiun tanah abang gue langsung beli tiket (3ribu)arah serpong, ini ke-2 kalinya gue ke stasiun serpong nan jauh disana, setibanya diserpong tanpa mikir gue langsung negor orang yang ga lumayan tinggi, masih tinggian gue shi sedikit heheheh pake kaos hijau warna ee kebo, lagi berdiri megang hp pake sepatu dan dibawahnya ada carrier dan daypack, yupss sudah pasti dia yang sedang menunggu gue. “ tomy, yah??”  iyah (tomy  penganten baru menjawab). Alhamdullilah sudah sampai dan tinggal menunggu keberangkatan kereta dari serpong menuju stasiun rangkas bitung harga tiket (5ribu).

Jadwal keberangkatan jam 19.00 dari stasiun serpong, tibalah kereta yang kami tunggu (gue,ka dewi istri tomy dan tomy) karena kondisi kereta penuh bgt, gue sama sepasang suami istri tadi pisah gerbong sebelahan shi gerbongnya, pas masuk gerbong gue inget beberapa tahun lalu pas gue naik kereta ekonomi jurusan jakarta kota – bogor yang segala macem ada, yahh pedagang asongan, orang bawa binatang peliharaan ayam, bebek dll semua barang yang gede2 boleh dimasukin gentong ember, bak besar dan orang yang ga dapet tempat duduk berdiri dimana ajjah yang ada space kosong yang paling ngingetin gue yaitu kereta yang ga ada pintunya jadi bisa bergelantungan didepan pintu kereta. Gue ngerasa kaya mundur waktunya, gue disuruh ngaca lagi dan harus terus inget sama yang namanya rasa syukur, harus terus bersyukur.

Beberapa saat gue jalan sedikit demisedikit ke gerbong yang ada tomy dan ka dewi, alhamdullilah mereka dapet tempat duduk, tomy bangkit dari duduknya langsung kasih ke gue deh kursinya. Gue sama ka dewi coba ngobrol apa ajjah, biasa yahh guys cewe qlo udah ketemu lawanya ngobrol ga ada remnya udah gtu gue sama ka dewi sama-sama suka ngomong alias bawel. tepat disamping kita ada 2 cowo yang sedang ngobrol juga, sepertinya mereka teman satu kampung salah satu dari mereka memang berpakaian agak modis dengan kemeja flanel dan celana jeans dipadukan dengan sendal jepit, dia selalu berkomentar pedes sedikit menghina dengan ketidak nyamanan dia yang duduk diselasar gerbong diganggu oleh lalu lalang pedagang asongan nh komentarnya mulai dari, (ihh bau badanya.., dasar gembel, ihhh sendal gue diinjek, dasar kumuh, kumel bau) sambil sesekali dia menutup hidungnya. Gue sama ka dewi udah keluar tanduk dan berasep pala gue nahan kesel pengen bangen gue kasih kata2 mutiara tuh orang atau gue kasih kaca, qlo ka dewi mandangin tuh orang dengan sinis bgt. Helloooo loe kalo mau nyaman badan dan mulut loe naik yang eksekutif sana, mulut loe ga pernah Makan bangku sekolah yahhh, akhirnya amarah gue dan ka dewi menguap dan baru tertuang dalam tulisan ini, tapi tuhh orang mukanya gue apalin qlo ketemu lagi mau gue ajakin naik gunung bareng kompaser, gue rasa dia kurang piknik. Satu jam kami tempuh, sampainya distasiun rangkas bitung kami tetap berkordinasi dengan pasukan kompaser yang sudah tiba dikawah gunung polusari 1346mdpl, kami berkordinasi mulai dari akses kepos pendakian sampai yang akan mendampingi kita menuju kawah. Jam sudah menunjukan 22.00wib distasiun rangkasbitung.

Setelah berkordinasi dengan bang amat sênior dikompaser yang sudah naik-turun gunung-gunung di indonesia, kami memutuskan naik ojek (70ribu)karena jarak yang ditempuh lumayan sekitar 40km dari stasiun rangkasbitung menuju pos pendakian pulosari yang berada didesa mandalawangi. Selama perjalanan gue ajak ngobrol ajjah siabang ojeknya, owhh iya dibanten belom ada gojek atau grabike yahhh. Siabang gue ajak ngobrol mulai dari punya anak berapa, ngojek udah berapa lama, sampe pertanyaan yang hits bgt yaitu bang saya boleh nyanyi ga?? Siabangnya bilang silakan neng, assikkk dengan girang sepanjang perjalanan gue senyam senyum dan nyanyi terus dengan didukung suasana pedesahan dan harumnya tanah dan pohon menambah sahdu lagu gue, mulai dari pop sampai dangdut dan si abang gue ajak nyanyi juga, berasa bikin vídeo clip lagu, aminnnn

Setibanya dipos pendakian kita disambut oleh masyarakat dikaki gunung pulosari pandeglang banten yang ramah sambil menunggu bang ijul sênior dari kompaser yang katanya selama saharian dari pagi sampai sore tadi udah bolak balik 2 kali dari kawah kepos pendakian jarak pastinya gue kurang tau, tapi yang gue tau medanya itu lhoo gengs naik, naik, naik, turunanya dikit bgt dan terjal udah gitu medanya batuan mulai dari yang kecil sampe yang gede bgt. Dan bang ijul jemput kita untuk dampingin sampe kawah lagi, tuhh orang emang eror alias kerenn, kece bettt, nah sambil ngumpulin nafas dan ngelurusin pinggang setelah satu  jam kita naik motor mulai dari jam 22.00 sampe pos pendakian jam 23.00.
Setelah dirasa cukup kami bersiap dan berdoa dipimpin oleh bang ijul untuk melakukan pendakian dimalam hari kami star jam 23.00 dari pos pendakian. Bang ijul mengatur posisi kita dalam berjalan dengan diselang seling yang bawa senter dan tidak akan memudahkan semua anggota melihat jalan yang ada didepanya. Bang ijul diposisi depan diteruskan dengan gue yang ga bawa senter/hadlamp dibelakang gue ada sepasang suami istri dan ditutup sama abang baik (lupa gue guys namany) tapi gue inget mukanya yang manis dan lugu asikkkk.

Perjalanan alhamdullilah lancar dan diiringi oleh taburan bintang diatas kepala kita yang subhanallah cakep bgt guys, malam itu gue ga ngerasa sebagai jomblo, banyak yang nemenin gue  bintang-bintang yang saling menampakan cahanya yang paling terang. Sepanjang perjalanan kami banyak bertemu teman-teman sesama pendaki terjadi beberapa percakapan dan yang paling sering adalah “ misi kang, teteh” setiap pendaki gue rasa punya misi dan visi, misinya qlo lewat depan pendaki lainya visinya yaitu puncak. Qiqiqiqiqi

Bang ijul selalu kasih kita kesempatan dan selalu mengecek kondisi kita stabil atau engga, setiap kita minta beristirahat bang ijul selalu kasih kita kesempatan yang tak terbatas oleh waktu mau berapa lama juga ditungguin, tapi ga lebih juga dari 20menit karena akan mengakibatkan kelelahan dan timbulnya malas, mengapa? otot yang sudah regang dan panas di istirahatkan terlalu lama, dan ketika akan memulainya kembali butuh usaha yang lebih besar dari awal. Waktu sudah menunjukkan 23.30 sudah waktunya istirahat langkah kaki kami dipercepat sampailah kami dipos 2 sudah mendekati kawah  terdengar suara aneh berrrrrrr cik..cik..cikk ramai sekali

Dari suara itu berasal munculah 3 orang kece dengan semangat sekali mereka menyambut kami dengan hangat, jujur gue seneng bgt dan tersanjung ngerasa dianggap ada, secara gue nyusul dan gue ngerasa nyusahin yang lain karena harus dijemput dibawah trus disambut begitu hebonyaa.. dalam penyambutan ada bang Amat, bang Dwi, bang dan bang gane mereka langsung membantu kami bawa carrier dan daypack yang kami bawa. Perjalanan yang tinggal 15 menit kami lanjutkan dengan sedikit ngobrol menanyakan kabar dan celotehan khas gengs eror kompaser menambah semangat langkah kaki kami, kalo gue masih senyum..senyum sendiri masih terkesima dengan sambutan mereka heheheheheh.
Setibanya kami diarea camp dikawah gunung pulosari langsung sajah pasukan penjemputan yang kece abis, menyiapkan minuman hangat dan masak mie subhanallah malam itu bahagia sekali, persaudaraan yang hangat, setelah gue minum satu gelas penuh teh manis hangat, langsung ajjah gue makan mie rebus yang baru mateng dengan nasi liwet isi ikan teri asin, suapan pertama gue langsung jatuh cinta sama nasi liwetnya, sejak saat itu gue ngerasa ga jomblo lagi. Setelah kelar Makan dan minum kami ngobrol-ngobrol santai sekali lagi gue ngerasain gue udah kenal mereka lama bgt, padahal baru kenal, malam itu gue tutup dengan indah yaitu bersyukur.

Gue setenda sama rizma adik TGG yang super sekali dia beruntung banyak proses belajar yang luar biasa yang dia dapet dari TGG, BSD & Kompaser dengan bertemu kaka-kaka yang inspiratif. Ada Agustine dan tika yang gue kenal lewat acara TGG pemilihan presiden, mereka berdua supel dan cepet akrab sama gue dan rizma. Gue baru ajjah masuk dalem tenda gilee hawanya panas yaiyalah kitakan ngecamp dikawah pastinya tanahnya panas, gue baru kali ini naik gunung kagak sama sekali pake jaket seperti gunung-gunung lain yang qlo udah sampe lereng gunungnya gue udah menggigil kagak mau keluar tenda sama sekali, gue ga suka dingin tapi demen naik gunung, yahh mau gmn lagi kan udeh cinta sama hutan dan seisinya yang cuma bisa gue temuin qlo gue naik gunung.
Alhasil gue sama rizma mutusin tidur diluar tenda tapi masih ada atapnya dan tutupnya dibuka gtu ajjah karena panas, gue dan rizma beristirahat semakin malam ternyata anginnya semakin dingin gue dan risma selimutan pake slipingbag yang tadinya kami jadikan alas. Tidur kembali nyenyak sampai pagi tiba, jam 06.00 suara-suara dari teman-teman yang ngecamp juga sudah terdengar mereka ada yang siap-siap untuk menuju summit pulosari, gue dan yang lain langsung cari kamar mandi untuk bersih-bersih, sebelum menuju puncak kami sarapan, pagi yang indah sarapan bareng tim kompaser yang eror dan keren bgt, susu, roti,teh jadi temen kita pagi itu.





Sebelum perjalanan mejunu summit  pulosari kami awali dengan berdoa dan foto bersamaaaa..selama perjalanan seru bgt mulai dari celotehan sampe ada yang membacakan puisi yaitu pujangga agung, dan disambung oleh ratu mona dan seterusnya, seruuu bgt. Dan tibalah kami dipuncak gunung pulosari 1346mdpl, gue jatuh cinta bgt sama geng kompaser mereka langsung mungutin sampah, mereka bawa kantong sampah dan langsung mulung, nh pemulung kece bgt, temen-temen pendaki yang lainya langsung memperhatikan geng kompaser yang lagi mungutin sampah, mereka mengedukasi para pendaki untuk membawa kembali  sampah mereka turun agar ekosistem hutan tetap seimbang dan bersih, karena kita juga yang akan menikmati keindahan alam dan suasana yang bersih. Jadi pesan-pesan dari tim kompaser BAWA TURUN SAMPAH KALIAN!!!!
Makin kece ajjahkan tim kompaser, setelah sampai puncak lagi dan lagi hanya ucapan syukur yang kami panjatkan terimakasih sudah dijodohkan kami dengan gunung yang indah dengan perjumpaan yang luarbiasa, sesi foto-foto tak hentinya kami lakukan sampai sang mentari menunjukan kegagahanya mulai panas dan foto mulai silaw.. alhasil disetiap foto mata gue menyipit. Disetiap gunung yang gue datengin gue selalu berdoa diatas puncak, doanya Ya Allah pertemukanlah aku dengan gunung dan hutan-hutan lainya yang  ada di indonesia aamiin.



Perjalanan turun lancar dan sukses alhamdullilah, terimakasih buat gengs kompaser yang kece dan peduli bgt, kesanya menyenangkan dan seru sekali lagi terimakasih buat semua teman-teman baru yang sudah dirasa kenal sejak lama, heheheh itu gue doank kali yahh yang ngerasa udah kenal lama. Pas sampe bawa(pos awal pendakian) kami bersiap dan bersih-bersih disalah satu ruko warga (2ribu) tariff untuk mandi,buang air kecil dan besar.
Setelah semua sudah siap kami pulanggg...
Sampai bertemu ditrip kompaser berikutnya....
Salam eror bersaudara.... bbbeerrrrrrr cik..cik..cik..




Selasa, 19 Januari 2016

Promosi Program Kebun Pangan Lestari Ancol


Festival Desa 2015, yang digagas Perkumpulan Indonesia Berseru didukung oleh anggota Aliansi untuk Desa Sejahtera, dan juga sejumlah  lembaga pendanaan serta komunitas dan individu  yang peduli,  percaya bahwa dengan hanya dengan mengenal beragam jenis pangan lokal dan mendukung para produsen pangan di pedesaan lah, sumber pangan lokal dan kesehatan kita terselamatkan. Tujuan dari acara ini untuk terus mempertemukan produsen pangan di pedesaan dengan konsumen kota juga komunitas dan pribadi yang peduli keragaman pangan dan  Pangan Sehat yang berkualitas sebagai dasar untuk hidup yang sehat.  Festival Desa  berusaha menjadi tempat untuk terus saling mengenal dan menjaga hubungan antara masyarakat desa dan kota,  serta membangun pemahaman bahwa kekayaan pangan dan kekayaan lainnya yang dimiliki negeri ini harus terus dijaga, dikelola dan dirayakan sebagai dasar untuk bangsa yang lebih sehat dan kuat. 

Dalam festival desa tgl.24-25 oktober 2015 ada yang berbeda, kami Program kebun pangan lestari kelurahan ancol ikut berpartisipasi untuk yang pertama kalinya, memperkenalkan pembuatan sabun ramah lingkungan yang sudah kami jalankan selama 4 bulan dan sudah beberapa kali mencoba membuat dengan kreasi bunga-bungan, cangkang kepiting, serabut oyong dan pewarna makanan. Sesampainya diTaman Tebet Jakarta selatan, tempat acara berlangsung suasana ramai dan sedang berlangsungnya kegiatan senam pagi yang rutin ada ditaman tersebut setiap sabtu & minggu. Ibu-ibu langsung menyiapkan alat dan bahan untuk demo sabun ramah lingkungan, setelah semua dirasa sudah siap sambil menunggu waktu demo sabun yang akan dimulai jam 11.00 wib ibu-ibu PKK kelurahan ancol berkesempatan untuk melihat stand dari berbagai komunitas petani & nelayan.

Begitu MC mengumumkan akan diadakan demo pembuatan sabun ramah lingkungan dibalai 2 saung yang menjadi tempat berlangsungnya demo sabun, langsung saja para pengunjung festival desa bergerak menuju balai 2, ada yang penasaran sejak pagi menanyakan ke stad KEHATI jadwal demonya, ada yang ingin sekedar tau, ada yang ingin mencoba bahkan. Demo dimulai dengan memperkenalkan kami dari program kebun pangan lestari kelurahan ancol yaitu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang di inisiasi oleh PT. Pembangunan Ancol & Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Begitu perkenalan dan dilanjutkan dengan perkenalan persiapan seperti memakai sarung tangan dan masker sangat penting untuk menjaga kebersihan bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan sabun ramah lingkungan, ibu-ibu PKK kelurahan ancol mulai membuat sabun ramah lingkungan dengan mencampurkan beberapa bahan, berikut langka-langkahnya :


Langkah 1
Membuat Larutan NaOH
  1. Timbang air 207 gram
  2. Dengan wadah terpisah, timbang NaOH 69 gram
  3. Kemudian masukkan NaOH ke dalam air (ingat jangan sampai kebalik yaaa..)
  4. Sesekali di cek dan diaduk. campuran akan membentuk larutan sekitar 1 jam kemudian.
Langkah 2
Membuat sabun natural
  1. Campur minyak kelapa dan minyak sawit, panaskan hingga mencapai suhu 45°C
  2. Kemudian tuang larutan NaOH ke dalam minyak.
  3. Aduk dengan menggunakan stick blender bergantian dengan adukan tangan sampai mengental/trace.
  4. Saat adonan telah mengental, campurkan glycerin, parfum, dan pewarna ke dalam adonan sabun. Aduk kembali dengan stick blender supaya merata.
  5. Masukan adonan sabun ke dalam cetakan.
  6. Adonan sabun dalam cetakan ditutup dengan kain basah dan disimpan selama 2-3 hari (proses insulasi), lalu dikeluarkan dari cetakan dan dipotong dengan ukuran disesuaikan dan biarkan mengeras selama 4 minggu (proses curing).
  7. Setelah 4 minggu, seluruh NaOH telah menguap, sabun siap digunakan dan dikemas.

Selama demo sabun ramah lingkungan oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Ancol, para pengunjung serius untuk mendengarkan bahkan sampai ada yang mengambil foto-foto prosesnya, videopun tak luput digunakan oleh audiens untuk merekam prosesnya, setelah demo pembuatanya selesai masuk ke sesi pertanyaan, ada beberapa pertanyaan contohnya, bisakah limbah rumah tangga seperti sayuran untuk bahan campuran sabun, dengan tegas ibu oci dengan dibantu ibu tuti menjawab pertanyaan tersebut, “ tentu bisa bu, kita dapat memanfaatkan limbah organik bekas sayuran, bunga-bunga, rempah-rempah untuk pewarna dan pengharum sabun.” Banyak yang tertarik dengan demo pembuatan sabun ramah lingkungan sampai ada salah satu pengunjung bersedia membantu untuk pemasaranya, Ibu tersebut bersedia menjadi reseller.

Beberapa tips dari Ibu-ibu PKK Kelurahan Ancol untuk tetap aman saat membuat sabun berikut tipsnya :

  1. Selalu memakai sarung tangan plastik/karet dan kaca mata saat membuat larutan NaOH. Jangan menyentuh NaOH dengan tangan telanjang, baik yang masih dalam bentuk lempengan maupun cair.
  2. Saat NaOH dicampur dengan air, suhu akan naik dan menimbulkan uap. Jangan sekali-sekali menghirup uap ini.
  3. Selalu memakai sarung tangan plastik/karet ketika membuat sabun.
  4. Menggunakan peralatan yang terbuat dari stainless steel/plastik tahan panas/kaca pyrex untuk membuat sabun.
  5. Jika kulit terasa panas dan gatal karena pengaruh NaOH ketika membuat larutan NaOH ataupun ketika proses pembuatan sabun, maka kulit dicuci menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian dilap hingga kering dan kulit diolesi dengan minyak kelapa atau minyak sawit.
  6. Setelah  menggunakan peralatan, peralatan direndam dengan asam cuka sekitar 15 menit sehingga air cucian bersifat netral dan air cucian dibuang ke saluran air tidak mencemari lingkungan


Seperti tema Festival Desa tahun 2015 “ Ayo bergerak dan Mengkonsumsi Pangan Lokal” ini juga menjadi motivasi Ibu-ibu PKK Kelurahan Ancol untuk terus belajar dan bergerak ke arah lebih baik untuk lingkungan yang lebih nyaman. Salam PKK
















Hallo aku akan hadir kembali,,,

Salam semangat 2016,,,
nulis lagi..
nulis terus..


Rasanya lama betul..
rasanya lama betul...

Selasa, 24 Juni 2014

H- 2

Hati ini lega sudah dapat mengoreksi diri dan pembelajaran sudah dimulai waktunya aku memulai semuanya dengan semangat baru, dan menahan segala rasa yang berkecamuk dihatiku. Memang bukan hal yang mudah kebiasaan yang kualami setiap hari tanpa dia tau. Aku mengerti saat ini hatinya sakit dan sulit untuk menerimaku lagi. yang terpenting saat ini buka itu tapi yang aku butuhkan adalah maaf darinya dan aku harus buktikan kepada diriku sendiri aku dapat melewati ini dan AKU BELAJAR. :) Salam Semangat

Senin, 23 Juni 2014

H- 1

Ketika perasaan ku tidak menentu menunggu kabarnya. Dan disaat aku tidak dapat menghadapMU dalam sujudku, hati ini hanya berharap dan berdoa Ya ALLAH semoga kesalahanku masih dan dapat dimaafkan. Tolong ketuk pintu hatinya Ya ALLAH.. semua kuserahkan kepadaMU Maha membolak-balikan hati umatnya. Dengungan ayatMU menbuatku begitu sangat tenang dalam kegelisahan. Hati ini sakit, jiwa ini menyesal, raga ini malu karena ulahnya sendiri. Alasankupun kalah dengan tamparan kata-kata itu Ya ALLAH aku punya alasan dan pertanyaan akan masalah ini bolehkah aku dapatkan jawabanya??
Aku hancur, aku belajar dari semua masalah ini. Ya ALLAH dalam doa ku Maha pemilik segalanya saat ini hanya engkau yang berkehendak aku akan terus berdoa dan belajar. Aku yakin dengan kuasaMU aminn...

Selasa, 25 September 2012

JUDIKA ~~ BUKAN DIA TAPI AKU

Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
* ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
Repeat *
Reff:
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
Cintaku lebih besar darinya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku
Begitu burukkah ini
Hingga ku harus mengalah
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
(cintaku) cintaku
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia
(jangan dia) jangan dia cukup aku
(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)